Sunday, December 9, 2018

KEBIASAAN WARGA HANOI VIETNAM KONSUMSI ANJING DAN CARA PERAWAT MENGATASINYA





Pengertian Transkultural Nursing

Transkultural nursing adalah suatu area atau wilayah keilmuan budaya pada proses belajar dan praktek keperawatan yang fokus memandang perbedaan dan kesamaan diantar budaya dengan menghargai asuhan, sehat dan sakit didasarkan pada nilai budaya manusia, kepercayaan dan tindakan, dan ilmu ini digunakan untuk memberikan asuhan keperawatan khususnya budaya atau keutuhan budaya pada manusia (Leininger, 2002) 

Kebudayaan warga Vietnam terutama di kota Hanoi mungkin sangat jarang dilihat di Negara-negara Asia Tenggara adalah budaya memakan daging anjing dan kucing. Menurut beberapa media masa seperti BBC News dan INew melaporkan bahwa pemerintah Hanoi sudah meminta warganya untuk berhenti makanan daging anjing dan kucing karena dapat merusak citra warga Vietnam khususnya Hanoi sebagai masyarakat modern dan penyebaran penyakit rabies serta leptospirosis. Banyak dari warga negaranya setuju untuk hal itu namun budaya makan daging anjing dan kucing sepertinya sangat mengakar , sehingga budaya ini tetap popular di kalangan masyarakat, dilaporkan juga masih banyak penjaja makanan dan kedai-kedai makanan di Vietnam menjual daging anjing dan kucing.
Hingga saat ini 1000 rumah makan di Hanoi menyediakan daging anjing. Pemerintah kota juga menyoroti bahwa anjing dan kucing ini dibunuh dengan kejam. Di sosial media ada yang menanggapinya sebagai hal yang positif untuk berhenti mengonsumsi daging anjing dan kucing ini, ada pula yang menanggapinya berbeda, ada yang mengatakan bahwa budaya makan daging anjing dan kucing ini merupakan sebuah tradisi Vietnam yang tidak akan mudah untuk dihilangkan. Sehingga ia menyarankan untuk memberikan pajak serta hanya memperbolehkan daging anjing dan kucing ini dijual di daerah tertentu saja. 


Peran Tenaga Kesehatan dalam Keperawatan Transkultural.
Di dalam keperawatan transcultural terdapat tiga strategi, yaitu :
1. Perlindungan mempertahankan budaya.
2. Mengakomodasi/negosiasi budaya.
3. Mengubah/mengganti budaya.
Dalam kasus ini, kita sebagai tenaga kesehatan berusaha untuk mengubah atau mengganti budaya makan anjing dan kucing yang ada di Hanoi Vietnam tersebut, karena budaya tersebut kurang baik dampaknya dari segi kesehatan, mengonsumsi daging anjing dan kucing berlebihan apalagi pengelolaan yang tidak baik serta kualitas dari daging yang tidak menentu dapat saja menimbulkan penyakit seperti rabies dan leptospirosis. Pemerintah sudah mengeluarkan peringatan untuk tidak mengonsumsi daging anjing dan kucing ini, namun makanan ini tetap saja popular, hal ini menandakan budaya tersebut agak sulit untuk dihentikan. Menurut investigasi ternyata makan daging anjing sudah ada dari dulu sementara daging kucing itu merupakan tren baru di kalangan masyarakat karena berawal dari salah satu koki yang menyuguhkan menu daging kucing dan ternyata banyak digemari masyarakat. Namun hal ini dapat saja meningkatkan populasi tikus di Vietnam karena jarang ada kucing berkeliaran. Jadi sebagai tenaga kesehatan kita tidak mungkin langsung melarang pengonsumsian daging anjing dan kucing. Kita sebagai kesehatan harus melakukan pendekatan, lalu mungkin hal yang bisa kita lakukan adalah melakukan sosialisasi , pendidikan ataupun pemberian informasi tetkait dengan bahaya mengonsumsi daging anjing dan kucing tersebut. Mungkin warga masyarakat di sana bisa mengganti daging anjing dan kucing dengan daging ayam, kambing dan sapi, serta sedikit demi sedikit mengurangi konsumsi daging anjing dan kucing tersebut.
Simpulan
Transkultural nursing adalah suatu area atau wilayah keilmuan budaya pada proses belajar dan praktek keperawatan yang fokus memandang perbedaan dan kesamaan diantar budaya dengan menghargai asuhan, sehat dan sakit didasarkan pada nilai budaya manusia, kepercayaan dan tindakan, dan ilmu ini digunakan untuk memberikan asuhan keperawatan khususnya budaya atau keutuhan budaya pada manusia (Leininger, 2002)
Adapun konsep , prinsip serta pedoman yang harus di perhatikan dalam transcultural nursing, apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam melakukan asuhan kepeawatan transcultural nursing. Selain itu dalam transcultural nursing memiliki proses asuhan keperawatan seperti pengkajian, diagnose, perencanaan , penatalaksanaan dan evaluasi. Dalam melakukan perencanaan dan penatalaksanaan ada 3 strategi yaitu strategi mempertahankan budaya, menegosiasi budaya dan mengganti budaya.
Negara Vietnam memiliki budaya yang beragam, sebagian dari mereka tidak memiliki agama, dan dalam beberapa kasus warga Vietnam gemar mengonsumsi daging anjing dan kucing dan hal itu adalah budaya Hanoi Vietnam. Hal yang dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yaitu menggunakan strategi mengganti budaya tersebut karena bertentangan dengan kesehatan. Sebelum mengganti budaya hal yang bisa kita lakukan yaitu seperti mendekatkan diri dengan masyarakat lalu mengedukasi mereka.

Saran
 Bagi masyarakat mengonsumsi daging anjing maupun kucing itu tidak baik alangkah baiknya kita mengganti olahan itu dengan daging ayam, sapi , dan kambing.
Bagi perawat harus dapat meningkatkan kemampuan memahami budaya klien sehingga kita dapat memberikan edukasi dengan cara yang baik pula.
Bagi penulis diharapkan dapat mengembangkan kemampuan penulisan makalah, serta dapat memberikan informasi yang lebih lengkap dengan refrensi yang terpercaya dan teruji.
DAFTRA PUSTAKA 


BBC News.2018.Warga Vietnam diserukan berhenti makan daging anjing dan kucing.Terdapat pada laman (https://www.bbc.com/indonesia/majalah-45493949 )Diakses pada tanggal 10 Desember 2018.
BBC Magazine.2018. Warga Vietnam Diserukan Berhenti Makan Daging Anjing dan Kucing. Terdapat pada laman (https://news.detik.com/bbc/4211185/warga-vietnam-diserukan-berhenti-makan-daging-anjing-dan-kucing ). Diakses pada tanggal 10 Desember 2018.

No comments:

Post a Comment