Pengertian Transkultural Nursing
Transkultural
nursing adalah suatu area atau wilayah keilmuan budaya pada proses belajar dan
praktek keperawatan yang fokus memandang perbedaan dan kesamaan diantar budaya
dengan menghargai asuhan, sehat dan sakit didasarkan pada nilai budaya manusia,
kepercayaan dan tindakan, dan ilmu ini digunakan untuk memberikan asuhan
keperawatan khususnya budaya atau keutuhan budaya pada manusia (Leininger,
2002)
Kebudayaan warga Vietnam terutama di kota Hanoi mungkin sangat jarang
dilihat di Negara-negara Asia Tenggara adalah budaya memakan daging anjing dan
kucing. Menurut beberapa media masa seperti BBC News dan INew melaporkan bahwa
pemerintah Hanoi sudah meminta warganya untuk berhenti makanan daging anjing
dan kucing karena dapat merusak citra warga Vietnam khususnya Hanoi sebagai
masyarakat modern dan penyebaran penyakit rabies serta leptospirosis. Banyak
dari warga negaranya setuju untuk hal itu namun budaya makan daging anjing dan
kucing sepertinya sangat mengakar , sehingga budaya ini tetap popular di
kalangan masyarakat, dilaporkan juga masih banyak penjaja makanan dan
kedai-kedai makanan di Vietnam menjual daging anjing dan kucing.
Hingga saat ini 1000 rumah makan di Hanoi menyediakan
daging anjing. Pemerintah kota juga menyoroti bahwa anjing dan kucing ini
dibunuh dengan kejam. Di sosial media ada yang menanggapinya sebagai hal yang
positif untuk berhenti mengonsumsi daging anjing dan kucing ini, ada pula yang
menanggapinya berbeda, ada yang mengatakan bahwa budaya makan daging anjing dan
kucing ini merupakan sebuah tradisi Vietnam yang tidak akan mudah untuk
dihilangkan. Sehingga ia menyarankan untuk memberikan pajak serta hanya
memperbolehkan daging anjing dan kucing ini dijual di daerah tertentu saja.
Peran Tenaga Kesehatan dalam Keperawatan
Transkultural.
Di dalam keperawatan transcultural terdapat tiga
strategi, yaitu :
1. Perlindungan mempertahankan budaya.
2. Mengakomodasi/negosiasi budaya.
3. Mengubah/mengganti budaya.
Dalam kasus ini, kita sebagai tenaga kesehatan berusaha untuk mengubah
atau mengganti budaya makan anjing dan kucing yang ada di Hanoi Vietnam
tersebut, karena budaya tersebut kurang baik dampaknya dari segi kesehatan,
mengonsumsi daging anjing dan kucing berlebihan apalagi pengelolaan yang tidak
baik serta kualitas dari daging yang tidak menentu dapat saja menimbulkan
penyakit seperti rabies dan leptospirosis. Pemerintah sudah mengeluarkan
peringatan untuk tidak mengonsumsi daging anjing dan kucing ini, namun makanan
ini tetap saja popular, hal ini menandakan budaya tersebut agak sulit untuk
dihentikan. Menurut investigasi ternyata makan daging anjing sudah ada dari
dulu sementara daging kucing itu merupakan tren baru di kalangan masyarakat karena
berawal dari salah satu koki yang menyuguhkan menu daging kucing dan ternyata
banyak digemari masyarakat. Namun hal ini dapat saja meningkatkan populasi
tikus di Vietnam karena jarang ada kucing berkeliaran. Jadi sebagai tenaga
kesehatan kita tidak mungkin langsung melarang pengonsumsian daging anjing dan
kucing. Kita sebagai kesehatan harus melakukan pendekatan, lalu mungkin hal
yang bisa kita lakukan adalah melakukan sosialisasi , pendidikan ataupun
pemberian informasi tetkait dengan bahaya mengonsumsi daging anjing dan kucing
tersebut. Mungkin warga masyarakat di sana bisa mengganti daging anjing dan
kucing dengan daging ayam, kambing dan sapi, serta sedikit demi sedikit
mengurangi konsumsi daging anjing dan kucing tersebut.
Simpulan
Transkultural nursing adalah suatu area atau wilayah keilmuan budaya
pada proses belajar dan praktek keperawatan yang fokus memandang perbedaan dan
kesamaan diantar budaya dengan menghargai asuhan, sehat dan sakit didasarkan
pada nilai budaya manusia, kepercayaan dan tindakan, dan ilmu ini digunakan
untuk memberikan asuhan keperawatan khususnya budaya atau keutuhan budaya pada
manusia (Leininger, 2002)
Adapun konsep , prinsip serta pedoman yang harus di perhatikan dalam
transcultural nursing, apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam
melakukan asuhan kepeawatan transcultural nursing. Selain itu dalam
transcultural nursing memiliki proses asuhan keperawatan seperti pengkajian,
diagnose, perencanaan , penatalaksanaan dan evaluasi. Dalam melakukan
perencanaan dan penatalaksanaan ada 3 strategi yaitu strategi mempertahankan
budaya, menegosiasi budaya dan mengganti budaya.
Negara Vietnam memiliki budaya yang beragam, sebagian dari mereka tidak
memiliki agama, dan dalam beberapa kasus warga Vietnam gemar mengonsumsi daging
anjing dan kucing dan hal itu adalah budaya Hanoi Vietnam. Hal yang dapat
dilakukan oleh tenaga kesehatan yaitu menggunakan strategi mengganti budaya
tersebut karena bertentangan dengan kesehatan. Sebelum mengganti budaya hal
yang bisa kita lakukan yaitu seperti mendekatkan diri dengan masyarakat lalu
mengedukasi mereka.
Saran
Bagi masyarakat mengonsumsi
daging anjing maupun kucing itu tidak baik alangkah baiknya kita mengganti
olahan itu dengan daging ayam, sapi , dan kambing.
Bagi perawat harus dapat meningkatkan kemampuan memahami budaya klien
sehingga kita dapat memberikan edukasi dengan cara yang baik pula.
Bagi penulis diharapkan dapat mengembangkan kemampuan penulisan makalah,
serta dapat memberikan informasi yang lebih lengkap dengan refrensi yang
terpercaya dan teruji.
DAFTRA PUSTAKA
BBC News.2018.Warga
Vietnam diserukan berhenti makan daging anjing dan kucing.Terdapat pada
laman (https://www.bbc.com/indonesia/majalah-45493949
)Diakses pada tanggal 10 Desember 2018.
BBC Magazine.2018. Warga Vietnam Diserukan Berhenti Makan Daging Anjing
dan Kucing. Terdapat pada
laman (https://news.detik.com/bbc/4211185/warga-vietnam-diserukan-berhenti-makan-daging-anjing-dan-kucing
). Diakses pada tanggal 10 Desember 2018.

No comments:
Post a Comment